Start Up Teknologi Dapat Dana Hibah Paling Banyak dari Pemerintah

Pemerintah kembali memberikan subsidi untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), saat ini ada 62 pemain bisnis dan startup dari berbagai sub-sektor yang menerima sumber daya pengembangan bisnis. Menurut direktur akses non-bank, di antara semua subsektor, aplikasi digital dan pengembangan game, Bekras Syaifullah adalah subsektor yang menerima hibah terbesar. Jika (jumlah) dana, itu adalah sektor aplikasi digital. Karena peralatan teknologi, harganya juga bisa sangat tinggi. Jika jumlah subsektor paling banyak mendapat bantuan, itu kuliner, kata Syaifullah.

Tahun ini saja ada total 16 perusahaan dengan pengenalan aplikasi digital dan game yang menerima Bantuan Insentif Pemerintah (BIP). Syaifullah, bagaimanapun, tidak menyebutkan angka pastinya karena setiap unit bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda. Kutipan dari Creative Economy Outlook 2019 yang dikeluarkan oleh Bekraf dan penerima BIP dapat menerima maksimum Rp200 juta. Namun, ketika dikonfirmasi ke kepala Dana Komunitas Bekraf, Kasubdit, Hanifah, jumlahnya berubah menjadi maksimal Rp 100 juta.

Uang itu diberikan langsung kepada pemain bisnis. Bergantung pada kesepakatan, kata Hanifah. PwC Global Entertainment dan Media Outlook 2018-2022 mengatakan pendapatan yang diharapkan di segmen digital mencapai 56,9 persen. Ini berarti bahwa Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini dengan terus mengembangkan startup IT dalam negeri. Dewan Perwakilan Rakyat (DVR), bersama-sama dengan pemerintah, telah menyusun undang-undang melalui proposal kewirausahaan, sehingga para pemula dapat memperoleh bantuan tanpa harus membayar pajak pada awal bisnis 3-4 tahun.

Ketua DPR Bambang Soesatyo menekankan bahwa tujuan dari peraturan ini adalah untuk mendorong penciptaan berbagai perusahaan baru. Dengan langkah ini diharapkan Indonesia akan mampu unggul dalam revolusi industri 4.0. Hal itu diberitahukan oleh Bamsoet, panggilan akrab politisi Golkar ini, ketika ia menerima Himpunan Pengusaha Muda Jakarta (HIPMI) di Jabodetabek di kantor pimpinan DPR, Jakarta. Teddy bear berharap bahwa HIPMI dapat mendukung Indonesia sehubungan dengan revolusi industri 4.0. Diyakini bahwa peran wirausahawan muda tidak hanya menjadikan bangsa Indonesia sebagai pengikut, tetapi juga menjadi trendsetter. Seperti yang dikatakan Bamsoet, Revolusi Industri 4.0 adalah kebutuhan yang tak terhindarkan. Rakyat Indonesia diingatkan bahwa Bamsoet harus siap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *